18 dari 50 Program Unggulan Kutim Fokus pada Pencegahan Stunting dan Keluarga Berisiko
KUTIM - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin serius memperkuat langkah dalam menurunkan angka stunting dengan mengintegrasikan program lintas sektor secara menyeluruh. Dari total 50 program unggulan yang dicanangkan oleh Bupati Kutai Timur, tercatat sebanyak 18 program memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan penanganan keluarga berisiko stunting.
Langkah proaktif ini menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu daerah paling progresif di Kalimantan Timur dalam membangun ekosistem kebijakan berbasis keluarga.
Gerakan Cap Jempol Stop Stunting menjadi pelopor gerakan serupa di Kalimantan Timur yang menggabungkan semangat kolaborasi dan kepemimpinan lintas pihak. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa sebagian besar program unggulan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan membangun pondasi kesehatan masyarakat.
Program-program yang bersifat intervensi langsung meliputi pemberian susu dan buah mingguan, layanan jemput bola bagi warga miskin, insentif bagi kader posyandu, dan program dokter keliling untuk desa terpencil.
Selain intervensi langsung, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui inisiatif yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup. Di antaranya adalah program seribu rumah layak huni, pembangunan jaringan air bersih, penyediaan listrik desa, hingga pemberdayaan kelompok tani dan nelayan.
Junaidi menambahkan bahwa pendekatan yang dijalankan Kutai Timur tidak hanya berorientasi pada gizi dan kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dengan cara ini, setiap program mampu menyentuh akar masalah stunting yang seringkali bersumber dari kemiskinan dan ketimpangan akses layanan dasar. Cap Jempol Stop Stunting, dengan integrasi 18 program strategis ini, menjadi simbol sinergi untuk menghadirkan solusi konkret. Pemerintah Kutim optimistis langkah terpadu ini mampu mempercepat tercapainya target bebas stunting di Kutai Timur sebelum tahun 2027. (ADV)