Samarinda – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menilai masih banyak persoalan mendasar di sekolah yang belum tersentuh secara serius. Masalah gizi pelajar dan minimnya fasilitas kesehatan sekolah kembali mencuat setelah sejumlah laporan diterimanya dari masyarakat.
Menurut Hasanuddin, banyak sekolah terutama di pinggiran kota dan kawasan desa yang sulit dijangkaumasih beroperasi tanpa ruang UKS, tanpa tenaga kesehatan, dan tanpa dukungan makanan bergizi yang layak. Hal ini menjadi perhatian besar karena berdampak langsung pada kesiapan belajar siswa.
“Ada sekolah yang bahkan tidak memiliki UKS dan tidak ada petugas kesehatan sama sekali. Anak-anak belajar dalam kondisi kurang energi karena asupan gizi yang tidak terpenuhi. Ini masalah yang harus ditangani cepat, bukan bisa ditunggu,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa terlepas dari kondisi fisik pelajar. Proses belajar yang ideal membutuhkan siswa yang sehat, kuat, dan mendapat pendampingan layanan kesehatan yang memadai.
“Kalau anak tidak cukup makan, bagaimana mereka bisa konsentrasi? Kalau terjadi keadaan darurat di sekolah dan tidak ada yang menangani, itu risiko besar,” sambungnya.
Hasanuddin mendorong pemerintah daerah untuk membangun sistem kesehatan sekolah yang lebih merata, terutama bagi sekolah di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Baginya, sekolah setidaknya harus memiliki ruang UKS yang berfungsi dan diawaki petugas dasar kesehatan.
“Tidak perlu fasilitas canggih, yang penting ada tempat dan orang yang bertanggung jawab. Anak-anak tidak boleh dibiarkan tanpa pertolongan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar program makan bergizi diperluas dan pengawasannya diperketat, terutama di daerah rawan stunting. “Program gizi itu jangan berhenti di laporan. Harus dipastikan benar-benar berjalan di lapangan,” tutup Hasanuddin.