Memperkenalkan Jati Diri Lokal: Batik Kembang Bengkal Muara Bengkal Tampil di Gemas Sanloka, Simbol Pelestarian Flora Asli dan UMKM
KUTIM - Kecamatan Muara Bengkal secara resmi memperkenalkan salah satu identitas lokal terkuat mereka, Batik Kembang Bengkal, dalam ajang Gerakan Kemasyarakatan Sandang Lokal (Gemas Sanloka) Wastra Kutai Timur (Kutim).
Keikutsertaan ini menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam melestarikan warisan budaya yang bersumber langsung dari kekayaan alam setempat.
Camat Muara Bengkal, Norhadi, menjelaskan bahwa pemilihan motif bunga Bengkal bukan dilakukan tanpa alasan. Pohon dan bunga Bengkal memang tumbuh secara alami di wilayah Muara Bengkal dan telah lama menjadi bagian dari pengetahuan serta simbol ekologis masyarakat.
Norhadi menyebut bunga Bengkal memiliki nilai filosofi yang melambangkan keindahan, kekuatan, dan ketahanan alam Muara Bengkal. Bentuknya yang unik dan mudah dikenali menjadikannya aset visual daerah yang kuat.
Batik Kembang Bengkal ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara pemerintah kecamatan dan kader PKK, khususnya Pokja 3, yang bertanggung jawab atas pengembangan kerajinan dan industri rumah tangga. Proses produksi satu set pakaian batik membutuhkan waktu sekitar satu minggu.
Norhadi berharap, dengan tampilnya Batik Kembang Bengkal di Gemas Sanloka, produk ini tidak hanya dikenal di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi industri kreatif lokal dan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya yang berasal dari lingkungan mereka sendiri. (ADV)