Pertarungan Anggaran Infrastruktur: DPRD Kutim Tolak Keras Rencana Pemerintah Hapus Proyek Multiyears Contract (MYC) Aspirasi Rakyat
KUTIM - Proses pembahasan usulan paket pekerjaan dengan skema Kontrak Tahun Jamak (Multiyears Contract/MYC) untuk tahun anggaran 2026-2028 di DPRD Kutai Timur (Kutim) berlangsung alot, ditandai dengan ketegangan antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan legislatif. Pemda mengusulkan adanya pengetatan proyek MYC, bahkan berencana menghapus atau menggeser beberapa titik pembangunan infrastruktur yang telah diusulkan.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dengan tegas menolak rencana penghapusan tersebut. Penolakan ini didasari alasan kuat bahwa proyek-proyek yang diusulkan oleh anggota dewan tersebut merupakan aspirasi mendesak yang bersumber langsung dari masyarakat, dan telah lama diperjuangkan untuk mengatasi kebutuhan infrastruktur dasar. Jimmi menekankan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan anggaran (dengan adanya simulasi pemotongan anggaran MYC), DPRD akan berupaya keras untuk mempertahankan semua usulan prioritas rakyat.
Konflik prioritas ini juga disoroti oleh Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kutim, H. Masdari Kidang, yang mengancam akan melakukan veto pribadi terhadap anggaran MYC jika kebutuhan mendesak di wilayah tertentu, seperti pembangunan jembatan di Tepian Langsat yang sudah bertahun-tahun diabaikan, kembali tereliminasi. Masdari menyoroti adanya disparitas dalam penentuan prioritas, di mana usulan pembangunan gedung institusi vertikal (seperti TNI dan Polri) atau Islamic Center dinilai lebih diprioritaskan ketimbang infrastruktur dasar masyarakat. Oleh karena itu, DPRD mendesak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan kajian ulang yang transparan dan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Tujuannya adalah memastikan bahwa nilai total usulan MYC (yang diajukan Pemda sebesar kurang lebih Rp 2,19 Triliun untuk 32 paket) benar-benar tepat sasaran dan berlandaskan pada skala prioritas kebutuhan mendesak masyarakat. (Adv)