Samarinda - Menjelang masuknya penyusunan program pembangunan tahun depan, kebutuhan masyarakat kembali menjadi sorotan utama. Beragam persoalan yang masih dihadapi warga, dari infrastruktur yang belum memadai hingga layanan publik yang sering dikeluhkan, membuat pelaksanaan reses legislatif menjadi perhatian publik.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, memastikan bahwa seluruh anggota dewan telah merampungkan agenda reses secara penuh. Tidak ada satu pun legislator yang tertinggal dalam menjalankan tugas serap aspirasi ke masyarakat.
“Alhamdulillah semua berjalan sesuai jadwal. Lima puluh lima anggota DPRD Kaltim sudah turun langsung menemui masyarakat di dapil masing-masing,” ujar Yenni usai Paripurna Ke-48, Senin (01/12/2025).
Ia menuturkan bahwa aspirasi yang diterima para legislator kembali didominasi isu dasar, terutama menyangkut kondisi jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Menurut Yenni, kesamaan isu ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak yang belum tertangani secara merata.
“Ini menandakan kebutuhan masyarakat tidak banyak berubah. Infrastruktur dan pelayanan dasar masih menjadi tuntutan terbesar,” terangnya.
Yenni menegaskan bahwa seluruh masukan yang masuk harus menjadi pertimbangan serius pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan, bukan sekadar catatan rutin tahunan. Aspirasi masyarakat, katanya, adalah indikator langsung tentang arah kebijakan yang mesti diperkuat.
“Hasil reses ini seharusnya menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah. Apa yang disuarakan masyarakat itulah yang harus diprioritaskan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa laporan resmi hasil reses akan segera disampaikan kepada pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Yenni berharap tindak lanjutnya tidak berhenti pada pembahasan, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program nyata.
“Masyarakat menunggu bukti konkret. Kami sudah menyampaikan aspirasinya, selanjutnya eksekutif harus memastikan realisasinya,” pungkasnya.(Adv/DprdKaltim)