Samarinda - Pemangkasan anggaran pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akibat rasionalisasi fiskal memunculkan kekhawatiran publik terkait kelanjutan proyek pembangunan dan program prioritas di Kota Samarinda.
Beberapa pihak bertanya-tanya apakah pengurangan dana akan berdampak pada penghentian atau penundaan proyek yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menegaskan bahwa proyek prioritas tetap dijalankan, meski terjadi pemotongan anggaran.
“Program-program yang menjadi prioritas tetap berjalan, tidak ada yang dihentikan,” ujarnya, Selasa (02/12/2025).
Subandi menegaskan bahwa program pendidikan, khususnya program Gratispol, tidak akan mengalami pengurangan kuota.
“Untuk Gratispol, tetap sama, tidak dikurangi kuotanya,” tegasnya.
Meski belum mendapatkan daftar rinci proyek yang terkena rasionalisasi karena bukan bagian dari Badan Anggaran, Subandi memastikan pemerintah tetap menjaga jalannya program utama yang menyentuh kebutuhan publik.
“Saya belum tahu rinciannya karena bukan tim Banggar. Tapi yang jelas, prioritas tetap dijalankan,” jelasnya.
Terkait isu bahwa program Jos-Pol akan mengalami penyesuaian, Subandi membenarkan adanya pengurangan untuk memastikan pemerataan di seluruh OPD.
“Ya, semua OPD kena pengurangan. Jos-Pol juga ikut disesuaikan supaya anggarannya merata,” katanya.
Ia menekankan agar masyarakat tidak khawatir, karena program-program yang menyentuh kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas pemerintah kota dan provinsi, meski tekanan anggaran sedang berlangsung.
“Intinya, pelayanan publik tetap stabil, janji-janji pemerintah tetap dijalankan,” tutupnya.(Adv/DprdKaltim)